Monthly Archives: December 2015

Kalibrasi Sensor Gas MQ-7

Salah satu sensor yang sering digunakan dalam proyek-proyek elektronika adalah sensor gas MQ buatan Hanwei. Sering sekali saya melihat beberapa pertanyaan baik itu di forum tertentu ataupun pada suatu postingan yang ada di blog tentang bagaimana cara mengkalibrasi sensor gas MQ agar dapat melakukan pengukuran konsentrasi gas dalam satuan ppm (part per milion). Oleh karena itu, saya akan menceritakan pengalaman saya saat mengkalibrasi sensor MQ-7 dengan alat ukur gas standar.

Sekilas tentang MQ-7

MQ-7

Grafik Karakteristik Sensitivitas MQ-7

Jika kita melakukan analisa terhadap grafik diatas, maka terlihat bahwa rasio resistansi sensor gas MQ-7 (Rs/Ro) akan bernilai ≈ 1 pada saat konsentrasi gas CO ≈ 100 ppm. Artinya adalah pada saat konsentrasi gas CO ≈ 100 ppm maka nilai Rs = Ro. Hal ini dapat dibuktikan dengan persamaan berikut:

100 ppm CO=  Rs/Ro=1          (1)

Rs 100 ppm CO=Ro          (2)

Informasi inilah yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan nilai Ro, karena nilai Ro secara definitif tidak dijelaskan pada lembar data sensor (Hanwei).

Pengujian MQ-7

Pengujian saya lakukan di laboratorium Balai HIPERKES dan K3 Yogyakarta dengan menggunakan alat ukur konsentrasi gas Karbon Monoksida (CO) “Krisbow KD09-224 Carbon Monoxide Meter” yang berfungsi sebagai kalibrator. Dalam pengujian ini rentang pengukuran disesuaikan dengan kebutuhan, yakni 20 – 200 ppm CO.

IMG_0258

Krisbow KD09-224 Carbon Monoxide Meter

Pada dasarnya nilai konsentrasi gas CO dalam satuan ppm dapat diketahui dengan cara mengambil beberapa data Rs (resistansi sensor MQ-7 pada tingkatan konsentrasi gas yang berbeda-beda) dan kemudian dicari model matematisnya (persamaan garis) terhadap setiap perubahan konsentrasi gas CO. Nilai pembacaan Rs yang dibaca oleh mikrokontroler dalam bentuk ADC kemudian diolah untuk mendapatkan nilai dari Vout, Rs dan Rs/Ro.

Vout = (RL/Rs +RL) . Vcc          (3)

Rs = (Vcc.RL/Vout) – RL          (4)

ADC1

Hasil pengujian sensor (ADC) dengan kalibrator (ppm)

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Rs pada saat konsentrasi gas CO 100 ppm adalah sebesar 6.89 kΩ. Sesuai dengan persamaan (2) maka nilai Ro secara definitif dapat langsung diketahui, yaitu sebesar 6.89 kΩ.

Selanjutnya hubungan antara ppm CO dan Rs/Ro dituangkan ke dalam bentuk grafik untuk kemudian dicari persamaan atau model matematisnya. Untuk memudahkan plotting data ke dalam grafik serta mencari persamaan tersebut maka saya menggunakan perangkat lunak MS.Excel.

ADC2

Grafik ppm co vs Rs/Ro

Dengan menggunakan regresi (trendline) power maka diperoleh persamaan (y = 96.311x^-1.239) yang merupakan hubungan antara ppm CO dengan Rs/Ro. Trendline tersebut dipilih karena melihat bentuk kurva pada grafik, selain itu juga dari sisi komputasi dengan menggunakan trendline tersebut akan lebih mudah diterapkan pada mikrokontroler.

Pada lembar data sensor MQ-7 (Hanwei) terdapat penjelasan mengenai karakteristik sensor sebagai berikut.

ADC3

Karakteristik sensitivitas MQ-7

Hasil Pengujian MQ-7

Berdasarkan pengujian didapat nilai resistansi sensor (Rs) saat konsentrasi gas CO sebesar 100 ppm adalah 6.89 kΩ. Karena pengujian sensor hanya sampai pada konsentrasi 200 ppm (Rs = 3.44 kΩ) maka untuk mengetahui nilai Rs saat konsentrasi CO sebesar 300 ppm dilakukan dengan menganalisa data pada tabel hasil pengujian. Nilai Rs semakin berkurang seiring bertambahnya konsentrasi gas CO. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa nilai Rs saat konsentrasi CO sebesar 300 ppm adalah < 3.44 kΩ. Sebagai contoh digunakan nilai 3.40 kΩ sebagai perumpamaan dari nilai Rs saat konsentrasi CO sebesar 300 ppm.

Concentration slope rate : Rs (300 ppm) / Rs (100 ppm CO ) < 0.5
Concentration slope rate : ((3.40 kΩ) / 6.89 kΩ)) < 0.5
Concentration slope rate : 0.49 < 0.5

Dengan menggunakan perumpamaan tersebut nilai concentration slope rate sudah bernilai < 0.5. Maka dapat dipastikan bahwa nilai concentration slope rate pada saat konsentrasi gas CO sebesar 300 ppm akan bernilai < 0.49. Dengan demikian sensitivitas sensor MQ-7 yang digunakan sudah sesuai dengan karakteristik pada lembar data (Hanwei) .

ADC4

Hasil pengujian sesuai dengan karakteristik sensitivitas MQ-7

Contoh penggunaan model matematis sensor MQ-7 yang telah diperoleh (y = 96.311x^-1.239) pada kode Arduino dengan menggunakan fungsi pow.

R = Rs/Ro;
p = -1.239;
z = pow(R,p);
ppm = 96.311*z;

Untuk mendapatkan hasil maksimal, ada baiknya jika sensor dilakukan pengujian kembali untuk mengetahui akurasi pembacaan sensor terhadap konsentrasi gas CO dalam satuan ppm. Selamat mencoba dan semoga berhasil! 😀

Advertisements

Tips Kerja Praktek

oil_refinery

Sumber: devianart.com

Kali ini saya akan berbagi pengalaman  ketika 2 tahun lalu tepatnya pada saat saya melaksanakan Kerja Praktek (KP) di bangku kuliah. Saya melaksanakan Kerja Praktek di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan milik negara (BUMN) dengan produk utamanya berupa semen. Namun saya tidak akan bercerita mengenai pelaksanaan KP selama saya berada di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Saya akan berbagi tips yang InsyaAllah akan berguna saat anda akan melaksanakan Kerja Praktek. Berikut beberapa tips yang telah saya rangkum dalam beberapa poin, semoga bermanfaat.

Mencari Tempat Kerja Praktek

1) Mencari Contact Person
Hal pertama yang harus anda ketahui bahwa Kerja Praktek sebenarnya tidak memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan, bahkan bisa dikatakan kerja praktek sebenarnya hanya menambah kerjaan (membuat repot) perusahaan. Lalu mengapa perusahaan tetap menerima mahasiswa yang ingin melakukan Kerja Praktek? Karena hampir seluruh perusahaan memiliki beban CSR (Corporate Social Responsibility), lebih lengkapnya tentang CSR bisa dicari di Mbah Gugel :D. CSR inilah yang menyebabkan perusahaan harus mengakomodir kerja praktek bagi mahasiswa.

Dalam proses apply ke perusahaan jangan hanya mengandalkan surat dan proposal saja, alangkah lebih baik jika anda bisa menghubungi langsung orang/karyawan yang khusus menangani Kerja Praktek di perusahaan tsb. Jika anda mengenalnya justru lebih baik, agak berbau nepotisme memang 😦 (but it’s very helpful) dan banyak sekali dari beberapa teman saya yang bisa melaksanakan Kerja Praktek di perusahaan besar melalui upaya seperti ini, tapi setidaknya lamaran Kerja Praktek anda akan mendapat perhatian lebih dan peluang diterimanya lamaran teman-teman menjadi lebih besar.

2) Tentukan Topik
Kerja Praktek adalah suatu kegiatan dimana anda akan mempelajari sebuah topik yang berhubungan langsung dengan bidang studi anda selama di bangku perkuliahan. Yang menjadi perhatian khusus adalah “Topik Kerja Praktek”. Topik Kerja Praktek haruslah jelas. Topik Kerja Praktek yang tidak jelas hanya akan membuat anda berpikir bahwa anda tidak melakukan apa-apa sewaktu melakukan KP (re: gabut abisss).

Intinya ya jangan seperti kebanyakan mahasiswa yang berlomba-lomba untuk bisa Kerja Praktek di perusahaan-perusahaan multinasional kelas kakap, padahal belum tentu perusahan-perusahaan tersebut sesuai dengan bidang ilmu yang teman-teman tekuni & belum tentu juga bisa memfasilitasi topik yang ingin dipelajari.

3)  Perhitungkan Akomodasi & Transportasi
Tidak semua industri atau lokasi tempak kita akan melaksanakan Kerja Praktek berada di tempat yang dekat dengan perkotaan, sebagian berada di pelosok nusantara (hutan belantara). Jika perusahaan berkenan memberikan akomodasi (mesh) & transportasi (bis jemputan) maka bersyukurlah teman-teman sekalian. Jika tidak, maka harus diperhitungkan terlebih dahulu, apakah ada kos-kosan yang layak, apakah transportasinya mencukupi, apakah harga jajanan/makan murah (FYI: saat saya melaksanakan KP di Tuban, saya menjadi korban Mie Instan Goreng + Telur + Es Teh = Rp.20.000,-). So, dipikirkan kembali ya! 😀

Persiapan Kerja Praktek

4) Kuasai Mata Kuliah Yang Berhubungan Dengan KP
Idealnya ketika melaksanakan Kerja Praktek anda sudah memahami materi-materi yang berkaitan dengan pelaksanaan Kerja Praktek. Jangan sampai materi-materi dasar tidak dikuasai, karena kenapa? Karena pertama: teman-teman bakal menghabiskan waktu Kerja Praktek hanya untuk mengulang kembali materi yang sudah didapatkan di kampus alias mubazir waktu! kedua: saat melaksanakan Kerja Praktek, anda bukan satu-satunya mahasiswa, biasanya akan bertemu mahasiswa dari universitas/institusi lain, dan disini kredibilitas + nama baik almamater jelas harus dijaga betul2.

5) Pelajari Struktur Perusahaan
Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, hal ini sebenarnya berhubungan dengan pemilihan topik. Jika anda sudah mengetahui topik yang ingin dipelajari, maka langkah selanjutnya yaitu pelajari struktur perusahaan tersebut. Cari bagian yang sesuai dengan topik KP. Di beberapa kasus terkadang bagian HRD tidak mau ambil pusing dengan hal seperti ini dan langsung menempatkan peserta KP di bagian tertentu, syukur jika bagian itu sesuai, jika tidak?

Menyusun Laporan Kerja Praktek

6) Susun Laporan Secepatnya
Setelah anda selesai melakukan Kerja Praktek sebaiknya langsung membuat laporan tanpa mengulur-ulur waktu lagi. Lebih baik lagi jika laporan telah selesai waktu pelaksanaan Kerja Praktek juga telah selesai.

7) Tanda Tangan Dosen Pembimbing
Sebelum anda menyudahi Kerja Praktek dan beranjak kembali ke bangku perkuliahan, jangan lupa untuk meminta tanda tangan pada dosen pembimbing untuk lembar pengesahan laporan Kerja Praktek. Sangat merepotkan jika anda harus bolak-balik ke perusahaan lagi di lain waktu hanya untuk meminta tanda tangan, apalagi perusahaan/industrinya jauh di pelosok negeri.

8) Siapkan Presentasi
Setelah pelaksanaan Kerja Praktek selesai dan laporan telah disusun, maka hal selanjutnya yaitu presentasi hasil Kerja Praktek dihadapan dosen pembimbing kampus dan dewan penguji.

Pada akhirnya diri kalian sendiri yang akan menentukan nasib Kerja Praktek kalian, jangan sia-sia kan kesempatan ini. Hasil pembelajaran selama di bangku perkuliahan akan diterapkan disini. Hanya ada dua pilihan, menghabiskan waktu di perusahaan sesuai dengan tujuan atau sekedar menghabiskan waktu di perusahaan untuk memenuhi kebutuhan sks. Good luck! 🙂

 

Sumber : Pengalaman pribadi & info tambahan dari sini

Graduaction!

Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama saya menuntut ilmu di kampung halaman yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, saya berhasil menyelesaikan studi saya di program studi Diploma Elektronika dan Instrumentasi Universitas Gadjah Mada. Walaupun saya menyelesaikan kuliah dengan masa studi selama 3 tahun 2 bulan yang mana ini termasuk dalam kategori ‘telat’ hahaha, yah tapi setidaknya patut untuk disyukuri dan saya bangga serta puas dengan hasil yang saya dapatkan.

Akhir2 ini saya mulai menyadari bahwa dalam proses penyelesaian TA (tugas akhir) saya banyak mendapatkan informasi dan solusi dari berbagai macam sumber yang ada, salah satunya adalah internet! Yap betul sekali internet, banyak sekali referensi yang saya gunakan dalam proses penggarapan TA, terutama informasi berupa tutorial dan riset kecil-kecilan dari blog-blog yang ada. Saya pun menyadari bahwa mereka yang membuat blog ini adalah orang-orang yang sangat baik hati, mereka dengan ikhlas membagikan materi, hasil pengujian/riset bahkan tidak tanggung-tanggung memberikan banyak sekali tutorial yang berguna bagi pengunjungnya.

Sampai di titik ini kemudian saya berpikir bahwa berbagi akan segala hal yang kita miliki sangatlah menyenangkan, saya hanya membayangkan apa yang pernah saya rasakan pada saat pengerjaan TA ini. Pernah saya mengalami kondisi buntu dalam pengerjaan TA dimana dalam kondisi tersebut dosen pembimbing pun tidak mampu memberikan pencerahan, bahkan teman pun hanya bisa menghibur. Kemudian dengan instan-nya saya mendapatkan solusi dari hasil berselancar di dunia maya. Yap! saya mendapatkannya dari mereka yang ikhlas berbagi pengetahuannya secara cuma-cuma.

Oleh karena itu, tepat pada hari ini saya memutuskan untuk membuat sebuah blog dengan harapan dapat menjadi media bagi saya untuk berbagi segala hal khususnya dalam bidang elektronika dan instrumentasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi banyak orang 😀

IMG_2128