Monthly Archives: February 2016

Pengangguran Banyak Alasan

aqaaa

Kali ini saya akan menceritakan tentang diri saya yang sampai saat ini entah patut disyukuri atau tidak, saya masih menyandang status sebagai jobseeker alias pengangguran hahaha 😆 Saya di wisuda pada tanggal 19 November 2015, dari tanggal kelulusan tersebut sampai dengan postingan ini saya buat, saya masih MENGANGGUR!!! Kenapa saya masih menganggur? Ada banyak hal, salah satunya karena diri saya yang terlalu idealis dalam memilih perusahaan/instansi wkwkwk. Tapi percayalah, memiliki idealisme lebih baik daripada hanya bersikap ‘let it flow‘.

Saya ingat sekali dari tanggal kelulusan saya sampai saat ini ada beberapa peluang kerja dari perusahaan besar (multinasional) yang saya abaikan, beberapa perusahaan tersebut diantaranya: Pertamina Geothermal Energi, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Kaltim, SCG Indonesia, Samsung Electronics Indonesia, Indonesia Power dan PJB.

Mengapa saya tidak melamar ke perusahaan tersebut? Ada beberapa alasan tentunya, contohnya seperti PGE, Pupuk Sriwijaya dan Pupuk Kaltim, dikarenakan orang tua saya yang tidak ingin anaknya langsung pergi jauh ke luar pulau Jawa di awal karirnya, maka saya abaikan ketiga perusahaan tersebut, teringat juga karena ridho Allah itu terletak pada ridho orang tua, selain itu juga karena saya masih ingin sekali berkarir di perusahaan EPC hahaha 😆 , oh iya btw buat anda yang belum tau apa itu perusahaan EPC silahkan langsung di gugling, sudah banyak blog yang membahas tentang perusahaan tersebut.

Lalu yang kedua, saya tidak begitu tertarik dengan perusahaan Power Plant (pembangkit listrik), entah kenapa, padahal pasca kelulusan saya banyak sekali lowongan dari perusahaan pembangkit listrik terutama perusahaan listrik BUMN yang sedang membangun proyek 35.000 MW. Saya masih merasa tertarik bekerja di perusahaan EPC atau paling tidak industri proses (oil & gas, pertochemical atau fertilizer). Melihat disiplin ilmu yang saya tekuni ‘elektronika dan instrumentasi’ tentu bekerja di industri proses bagaikan surga bagi orang-orang dengan disiplin ilmu seperti saya.

Yap! tetapi memang beberapa teman yang sudah diterima di pembangkit listrik (BUMN) berkata bahwa “nanti kan di training dulu, kan ada ojt, bla bla bla” tetap saja saya tidak tertarik, kemudian melihat posisi yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut bagi fresh graduate diploma kebanyakan selalu ‘operator‘. Bagi saya bekerja di perusahaan pembangkit sama saja belajar dari nol lagi, disiplin ilmu yang saya tekuni ini hanya terpakai tidak seberapa, walaupun ada slot untuk orang-orang dengan background arus lemah/instrument seperti saya, tapi tetap saja bagi saya kalau ada tempat kerja yang memiliki banyak slot untuk disiplin ilmu yang saya tekuni kenapa tidak pilih yang itu?

Artinya begini, apa yang saya tekuni dan gemari bisa saya dapatkan ‘penuh’ di perusahaan tersebut, dan ilmu selain dari yang saya gemari bakal menjadi pengetahuan tambahan untuk saya, sebut saja matakuliah pilihan. Hal tersebut sangat berbeda jika persepsinya saya negasikan, apa yang tidak saya tekuni dan gemari malah saya peroleh banyak sedangkan yang saya gemari malah menjadi ilmu tambahan. Sekali lagi ini soal passion dan bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa bekerja di Power Plant tidak baik lho, toh kalau tidak ada Power Plant mana bisa industri lain tetap berjalan, iya kan? 🙂

Prioritas saya saat ini dalam memulai karir adalah untuk mencari ilmu, for now salary is not the most important issue for me (sadaaap hahaha) untuk sekarang loh kalo nanti-nanti ngga tau deh 😆 jadi yaa tentu prioritas saya adalah tempat kerja yang bisa membuat saya berkembang dan bidangnya benar-benar seputar instrumentasi, kontrol dan elektronika, syukur bisa mendapatkan pengetahuan tambahan dari disiplin ilmu lain 😀

Bagi saya, membuat ataupun mendesain suatu sistem di industri lebih mengasyikkan daripada hanya tinggal menjalankan sistem tersebut.

Kemudian alasan berikutnya yaitu entah kenapa saya merasa malas jika harus bekerja di daerah yang lokasinya nanggung alias PINGGIRAN JAKARTA! misalnya seperti: Bekasi, Cikarang, Karawang, Cilegon, Tangerang, dsb. Saya merasa mantap kalau lokasi kerja berada di Jakarta sekalian atau diluar Jakarta tapi yang jauh sekalian! 😆 contohnya: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dsb. Tapi ya balik lagi ke orang tua saya juga sih 😐 hahaha tapi kalo di Tangerang Selatan seperti di Serpong dan sekitarnya saya kira ngga masalah karena masih dekat dengan rumah wkwkwk.

Jadi, hal-hal tersebutlah yang membuat saya menganggur berbulan-bulan, tapi tidak masalah karena selama status saya ‘pengangguran’ isi kepala saya tidak menganggur, ada banyak hal yang saya kerjakan selama mengisi waktu luang tersebut, salah satunya mengikuti beberapa kursus untuk menambah kemampuan personal.

Berikut beberapa jenis perusahaan idaman yang saya urutkan sesuai prioritas:

  1. Kerja di EPC (IKPT, Tripatra, Rekayasa Industri, JGC, Cinovasi, Wifgasindo, dll)
  2. Kerja di sistem integrator, jujur sebetulnya saya belum begitu tau banyak soal sistem integrator karena beberapa perusahaan EPC juga memiliki peran sebagai sistem integrator (Smartadeco, Scada Prima Cipta, Jetec, Integra Automasi, dll)
  3. Kerja di oil and gas (Badak NGL, Donggi Senoro LNG, Medco Energi)
  4. Kerja di vendor electrical (Schneider, ABB, General Electric, dll)
  5. Kerja di perusahaan rekayasa elektronika (LEN, Innovative Electronics, Adafruit, Sparkfun, dll)
  6. Pilihan terakhir saya bekerja menjadi PNS (LAPAN, LIPI dan BPPT)

Yaa walaupun pengalaman kerja saya belum ada, hanya sebatas kerja praktek, tapi keinginan saya untuk bekerja di perusahaan service company memang kuat sekali, saya memiliki pandangan bekerja di perusahaan tersebut sangat seru, dengan berbagai macam client yang beraneka ragam, tentunya akan memberikan tantangan tersendiri, dan juga ilmu yang segudang pastinya.

Sampai saat ini, saya sudah mencoba mengirim lamaran ke beberapa perusahaan yang sudah saya jelaskan diatas, saya juga galau sekali karena beberapa teman saya yang sudah bekerja di sektor migas berkata bahwa saat ini sektor migas sedang down, salah satu akibatnya karena penemuan shale gas di Amerika, pusing kepala saya dibuatnya, belum lagi saat tulisan ini saya buat sembaring menonton berita dengan headline “Pendapatan Negara Anjlok 50% dari Ladang Minyak” kemudian di channel stasiun tv lain “Perusahaan pendukung minyak melakukan efisiensi 30%”. Alhasil hal ini tidak hanya berdampak pada owner company tapi juga pada support/service company seperti EPC.  Aaaah sudahlah yang penting saya coba saja lewat website perusahaan langsung, jobstreet dan sebagainya, semoga diberikan yang terbaik oleh Allah SWT, aamiin.

Sekali lagi ini hanya curahan hati yang saya dedikasikan untuk teman-teman saat kuliah dahulu yang saat ini sudah mulai berkarir, ini hanya sebagai jawaban bagi mereka yang sering menanyakan seputar ke-pengangguran-an saya hahaha. Semoga Allah memudahkan jalan kita semua dalam berkarir, aamiin.

Selamat belajar dan selamat berkarya! 😀

Advertisements

Automation Studio P6

AP6

Saat ini perkembangan software simulasi khususnya HMI (Human Machine Interface) semakin berkembang pesat. Banyak software simulasi yang menyediakan berbagai macam fitur sehingga software tersebut dapat menampilkan parameter-parameter yang sama dengan kondisi di lapangan. Dari beberapa software simulasi/HMI yang pernah saya gunakan, saya terpikat pada satu software yang memiliki banyak fitur dari berbagai bidang di industri, software tersebut adalah Automation Studio.

Sesuai dengan namanya, Automation Studio merupakan software otomasi industri yang memiliki fungsi untuk melakukan desain dan simulasi sistem yang ada di industri. Software yang satu ini mirip sekali dengan software simulasi hidrolik/pneumatik pada postingan sebelumnya yakni FluidSIM . Namun, Automation Studio memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan FluidSIM karena modul dan perpustakaan (library) yang ada didalamnya lebih lengkap dan tampilannya pun terlihat elegan. Bisa dikatakan segala fitur yang ada pada FluidSIM ada pada Automation Studio dan sebaliknya tidak semua fitur pada Automation Studio ada pada FluidSIM.

Sebagai contoh, kita dapat membuat sebuah sistem hidrolik/pneumatik dimana seluruh komponen dalam sistem tersebut dapat diprogram dengan menggunakan ladder PLC dan dikendalikan menggunakan kontrol elektrik, bahkan kita juga dapat menggunakan HMI dalam mengoperasikan sistem tersebut. Sangat menarik bukan? 😀

PLC

Interface Automation Studio

Automation Studio sudah dikenal sebagai software untuk melakukan desain & simulasi sistem yang mencakup berbagai macam proyek/mesin seperti: hidrolik, pneumatik, listrik, kontrol, HMI, komunikasi bahkan sampai pemrograman PLC. Dengan begitu, sangat mudah untuk menggabungkan berbagai teknologi dalam merancang dan mensimulasikan suatu sistem secara lengkap.

ASP6

Automation Studio mencakup berbagai macam disiplin ilmu / bidang industri

Automation Studio dilengkapi dengan beberapa modul dan perpustakaan yang sangat lengkap. Tidak hanya itu saja, modul-modul ini juga mengikuti berbagai macam standar elektrikal, seperti: JIC, IEC, NEMA, dsb. Semua modul dan perpustakaan berinteraksi satu sama lain selama proses simulasi sehingga memungkinkan kita untuk membuat sebuah sistem otomasi industri yang dapat berperilaku seperti di kehidupan nyata.

Selamat belajar dan selamat berkarya! 😀