Automation Studio P6

AP6

Saat ini perkembangan software simulasi khususnya HMI (Human Machine Interface) semakin berkembang pesat. Banyak software simulasi yang menyediakan berbagai macam fitur sehingga software tersebut dapat menampilkan parameter-parameter yang sama dengan kondisi di lapangan. Dari beberapa software simulasi/HMI yang pernah saya gunakan, saya terpikat pada satu software yang memiliki banyak fitur dari berbagai bidang di industri, software tersebut adalah Automation Studio.

Sesuai dengan namanya, Automation Studio merupakan software otomasi industri yang memiliki fungsi untuk melakukan desain dan simulasi sistem yang ada di industri. Software yang satu ini mirip sekali dengan software simulasi hidrolik/pneumatik pada postingan sebelumnya yakni FluidSIM . Namun, Automation Studio memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan FluidSIM karena modul dan perpustakaan (library) yang ada didalamnya lebih lengkap dan tampilannya pun terlihat elegan. Bisa dikatakan segala fitur yang ada pada FluidSIM ada pada Automation Studio dan sebaliknya tidak semua fitur pada Automation Studio ada pada FluidSIM.

Sebagai contoh, kita dapat membuat sebuah sistem hidrolik/pneumatik dimana seluruh komponen dalam sistem tersebut dapat diprogram dengan menggunakan ladder PLC dan dikendalikan menggunakan kontrol elektrik, bahkan kita juga dapat menggunakan HMI dalam mengoperasikan sistem tersebut. Sangat menarik bukan? šŸ˜€

PLC

Interface Automation Studio

Automation Studio sudah dikenal sebagai software untuk melakukan desain & simulasi sistem yang mencakup berbagai macam proyek/mesin seperti: hidrolik, pneumatik, listrik, kontrol, HMI, komunikasi bahkan sampai pemrograman PLC. Dengan begitu, sangat mudah untuk menggabungkan berbagai teknologi dalam merancang dan mensimulasikan suatu sistem secara lengkap.

ASP6

Automation Studio mencakup berbagai macam disiplin ilmu / bidang industri

Automation Studio dilengkapi dengan beberapa modul dan perpustakaan yang sangat lengkap. Tidak hanya itu saja, modul-modul ini juga mengikuti berbagai macam standar elektrikal, seperti: JIC, IEC, NEMA, dsb. Semua modul dan perpustakaan berinteraksi satu sama lain selama proses simulasi sehingga memungkinkan kita untuk membuat sebuah sistem otomasi industri yang dapat berperilaku seperti di kehidupan nyata.

Selamat belajar dan selamat berkarya! šŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s