Author Archives: fathurmiftahudin

About fathurmiftahudin

I build stuff, virtual and physical.

What does ‘Bridle’ mean?

Sebuah pertanyaan muncul di benak pikiran saya ketika sedang mengerjakan proyek penggantian kolom di salah satu kilang minyak yang ada di Cilacap. Ada sebuah pipa berukuran 3″ yang ditempeli beberapa instrument, khususnya instrument level. Lantas munculah pertanyaan, mengapa instrument-instrument tersebut tidak dihubungkan secara langsung pada badan kolom? Mengapa  level gauge dihubungkan ke pipa tersebut? Mengapa level transmitter pun juga demikian? Setelah mencari tahu lebih dalam dengan dibantu penjelasan dari para senior, alhasil saya menemukan sebuah kata yang mewakili pipa misterius tersebut, yap! that’s a bridle! 

Pada dasarnya bridle adalah sebuah pipa vertikal yang terhubung dengan sisi sebuah tangki penyimpanan atau vessel. Pada ujung-ujung bridle terdapat nozzle yang menghubungkan bridle dengan tangki. Oleh karena itu, fluida di dalam bridle akan selalu naik turun sesuai dengan keadaan level fluida di dalam tangki. 

Mengapa bridle digunakan?

Salah satu penggunaan bridle dimaksudkan untuk pengukuran level tangki yang menggunakan beberapa level gauge maupun level transmitter sehingga instrument-instrument level ini tidak dipasang langsung pada badan tangki melainkan pada sebuah pipa vertikal atau yang disebut bridle itu tadi.

Kemudian karena instrument level dipasang pada bridle yang terisolasi dari proses, maka instrument tersebut dapat dengan mudah untuk dilakukan maintenance tanpa menganggu proses yang sedang berjalan.

Alasan lainnya adalah untuk mengurangi jumlah nozzle pada tangki yang mana hal ini berkaitan dengan pengelasan. Semakin banyak pengelasan pada sebuah tangki maka potensi crack (retak) dari tangki tersebut juga semakin besar. Sehingga dengan adanya bridle, kebutuhan nozzle dari sebuah tangki dapat diminimalisir dengan hanya menggunakan dua buah nozzle saja.

Oleh karna itu, bridle menjadi  komponen favorit yang hampir selalu digunakan pada pengukuran level tangki. CMIIW.

 

Pengangguran Banyak Alasan

aqaaa

Kali ini saya akan menceritakan tentang diri saya yang sampai saat ini entah patut disyukuri atau tidak, saya masih menyandang status sebagai jobseeker alias pengangguran hahaha 😆 Saya di wisuda pada tanggal 19 November 2015, dari tanggal kelulusan tersebut sampai dengan postingan ini saya buat, saya masih MENGANGGUR!!! Kenapa saya masih menganggur? Ada banyak hal, salah satunya karena diri saya yang terlalu idealis dalam memilih perusahaan/instansi wkwkwk. Tapi percayalah, memiliki idealisme lebih baik daripada hanya bersikap ‘let it flow‘.

Saya ingat sekali dari tanggal kelulusan saya sampai saat ini ada beberapa peluang kerja dari perusahaan besar (multinasional) yang saya abaikan, beberapa perusahaan tersebut diantaranya: Pertamina Geothermal Energi, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Kaltim, SCG Indonesia, Samsung Electronics Indonesia, Indonesia Power dan PJB.

Mengapa saya tidak melamar ke perusahaan tersebut? Ada beberapa alasan tentunya, contohnya seperti PGE, Pupuk Sriwijaya dan Pupuk Kaltim, dikarenakan orang tua saya yang tidak ingin anaknya langsung pergi jauh ke luar pulau Jawa di awal karirnya, maka saya abaikan ketiga perusahaan tersebut, teringat juga karena ridho Allah itu terletak pada ridho orang tua, selain itu juga karena saya masih ingin sekali berkarir di perusahaan EPC hahaha 😆 , oh iya btw buat anda yang belum tau apa itu perusahaan EPC silahkan langsung di gugling, sudah banyak blog yang membahas tentang perusahaan tersebut.

Lalu yang kedua, saya tidak begitu tertarik dengan perusahaan Power Plant (pembangkit listrik), entah kenapa, padahal pasca kelulusan saya banyak sekali lowongan dari perusahaan pembangkit listrik terutama perusahaan listrik BUMN yang sedang membangun proyek 35.000 MW. Saya masih merasa tertarik bekerja di perusahaan EPC atau paling tidak industri proses (oil & gas, pertochemical atau fertilizer). Melihat disiplin ilmu yang saya tekuni ‘elektronika dan instrumentasi’ tentu bekerja di industri proses bagaikan surga bagi orang-orang dengan disiplin ilmu seperti saya.

Yap! tetapi memang beberapa teman yang sudah diterima di pembangkit listrik (BUMN) berkata bahwa “nanti kan di training dulu, kan ada ojt, bla bla bla” tetap saja saya tidak tertarik, kemudian melihat posisi yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut bagi fresh graduate diploma kebanyakan selalu ‘operator‘. Bagi saya bekerja di perusahaan pembangkit sama saja belajar dari nol lagi, disiplin ilmu yang saya tekuni ini hanya terpakai tidak seberapa, walaupun ada slot untuk orang-orang dengan background arus lemah/instrument seperti saya, tapi tetap saja bagi saya kalau ada tempat kerja yang memiliki banyak slot untuk disiplin ilmu yang saya tekuni kenapa tidak pilih yang itu?

Artinya begini, apa yang saya tekuni dan gemari bisa saya dapatkan ‘penuh’ di perusahaan tersebut, dan ilmu selain dari yang saya gemari bakal menjadi pengetahuan tambahan untuk saya, sebut saja matakuliah pilihan. Hal tersebut sangat berbeda jika persepsinya saya negasikan, apa yang tidak saya tekuni dan gemari malah saya peroleh banyak sedangkan yang saya gemari malah menjadi ilmu tambahan. Sekali lagi ini soal passion dan bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa bekerja di Power Plant tidak baik lho, toh kalau tidak ada Power Plant mana bisa industri lain tetap berjalan, iya kan? 🙂

Prioritas saya saat ini dalam memulai karir adalah untuk mencari ilmu, for now salary is not the most important issue for me (sadaaap hahaha) untuk sekarang loh kalo nanti-nanti ngga tau deh 😆 jadi yaa tentu prioritas saya adalah tempat kerja yang bisa membuat saya berkembang dan bidangnya benar-benar seputar instrumentasi, kontrol dan elektronika, syukur bisa mendapatkan pengetahuan tambahan dari disiplin ilmu lain 😀

Bagi saya, membuat ataupun mendesain suatu sistem di industri lebih mengasyikkan daripada hanya tinggal menjalankan sistem tersebut.

Kemudian alasan berikutnya yaitu entah kenapa saya merasa malas jika harus bekerja di daerah yang lokasinya nanggung alias PINGGIRAN JAKARTA! misalnya seperti: Bekasi, Cikarang, Karawang, Cilegon, Tangerang, dsb. Saya merasa mantap kalau lokasi kerja berada di Jakarta sekalian atau diluar Jakarta tapi yang jauh sekalian! 😆 contohnya: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dsb. Tapi ya balik lagi ke orang tua saya juga sih 😐 hahaha tapi kalo di Tangerang Selatan seperti di Serpong dan sekitarnya saya kira ngga masalah karena masih dekat dengan rumah wkwkwk.

Jadi, hal-hal tersebutlah yang membuat saya menganggur berbulan-bulan, tapi tidak masalah karena selama status saya ‘pengangguran’ isi kepala saya tidak menganggur, ada banyak hal yang saya kerjakan selama mengisi waktu luang tersebut, salah satunya mengikuti beberapa kursus untuk menambah kemampuan personal.

Berikut beberapa jenis perusahaan idaman yang saya urutkan sesuai prioritas:

  1. Kerja di EPC (IKPT, Tripatra, Rekayasa Industri, JGC, Cinovasi, Wifgasindo, dll)
  2. Kerja di sistem integrator, jujur sebetulnya saya belum begitu tau banyak soal sistem integrator karena beberapa perusahaan EPC juga memiliki peran sebagai sistem integrator (Smartadeco, Scada Prima Cipta, Jetec, Integra Automasi, dll)
  3. Kerja di oil and gas (Badak NGL, Donggi Senoro LNG, Medco Energi)
  4. Kerja di vendor electrical (Schneider, ABB, General Electric, dll)
  5. Kerja di perusahaan rekayasa elektronika (LEN, Innovative Electronics, Adafruit, Sparkfun, dll)
  6. Pilihan terakhir saya bekerja menjadi PNS (LAPAN, LIPI dan BPPT)

Yaa walaupun pengalaman kerja saya belum ada, hanya sebatas kerja praktek, tapi keinginan saya untuk bekerja di perusahaan service company memang kuat sekali, saya memiliki pandangan bekerja di perusahaan tersebut sangat seru, dengan berbagai macam client yang beraneka ragam, tentunya akan memberikan tantangan tersendiri, dan juga ilmu yang segudang pastinya.

Sampai saat ini, saya sudah mencoba mengirim lamaran ke beberapa perusahaan yang sudah saya jelaskan diatas, saya juga galau sekali karena beberapa teman saya yang sudah bekerja di sektor migas berkata bahwa saat ini sektor migas sedang down, salah satu akibatnya karena penemuan shale gas di Amerika, pusing kepala saya dibuatnya, belum lagi saat tulisan ini saya buat sembaring menonton berita dengan headline “Pendapatan Negara Anjlok 50% dari Ladang Minyak” kemudian di channel stasiun tv lain “Perusahaan pendukung minyak melakukan efisiensi 30%”. Alhasil hal ini tidak hanya berdampak pada owner company tapi juga pada support/service company seperti EPC.  Aaaah sudahlah yang penting saya coba saja lewat website perusahaan langsung, jobstreet dan sebagainya, semoga diberikan yang terbaik oleh Allah SWT, aamiin.

Sekali lagi ini hanya curahan hati yang saya dedikasikan untuk teman-teman saat kuliah dahulu yang saat ini sudah mulai berkarir, ini hanya sebagai jawaban bagi mereka yang sering menanyakan seputar ke-pengangguran-an saya hahaha. Semoga Allah memudahkan jalan kita semua dalam berkarir, aamiin.

Selamat belajar dan selamat berkarya! 😀

Automation Studio P6

AP6

Saat ini perkembangan software simulasi khususnya HMI (Human Machine Interface) semakin berkembang pesat. Banyak software simulasi yang menyediakan berbagai macam fitur sehingga software tersebut dapat menampilkan parameter-parameter yang sama dengan kondisi di lapangan. Dari beberapa software simulasi/HMI yang pernah saya gunakan, saya terpikat pada satu software yang memiliki banyak fitur dari berbagai bidang di industri, software tersebut adalah Automation Studio.

Sesuai dengan namanya, Automation Studio merupakan software otomasi industri yang memiliki fungsi untuk melakukan desain dan simulasi sistem yang ada di industri. Software yang satu ini mirip sekali dengan software simulasi hidrolik/pneumatik pada postingan sebelumnya yakni FluidSIM . Namun, Automation Studio memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan FluidSIM karena modul dan perpustakaan (library) yang ada didalamnya lebih lengkap dan tampilannya pun terlihat elegan. Bisa dikatakan segala fitur yang ada pada FluidSIM ada pada Automation Studio dan sebaliknya tidak semua fitur pada Automation Studio ada pada FluidSIM.

Sebagai contoh, kita dapat membuat sebuah sistem hidrolik/pneumatik dimana seluruh komponen dalam sistem tersebut dapat diprogram dengan menggunakan ladder PLC dan dikendalikan menggunakan kontrol elektrik, bahkan kita juga dapat menggunakan HMI dalam mengoperasikan sistem tersebut. Sangat menarik bukan? 😀

PLC

Interface Automation Studio

Automation Studio sudah dikenal sebagai software untuk melakukan desain & simulasi sistem yang mencakup berbagai macam proyek/mesin seperti: hidrolik, pneumatik, listrik, kontrol, HMI, komunikasi bahkan sampai pemrograman PLC. Dengan begitu, sangat mudah untuk menggabungkan berbagai teknologi dalam merancang dan mensimulasikan suatu sistem secara lengkap.

ASP6

Automation Studio mencakup berbagai macam disiplin ilmu / bidang industri

Automation Studio dilengkapi dengan beberapa modul dan perpustakaan yang sangat lengkap. Tidak hanya itu saja, modul-modul ini juga mengikuti berbagai macam standar elektrikal, seperti: JIC, IEC, NEMA, dsb. Semua modul dan perpustakaan berinteraksi satu sama lain selama proses simulasi sehingga memungkinkan kita untuk membuat sebuah sistem otomasi industri yang dapat berperilaku seperti di kehidupan nyata.

Selamat belajar dan selamat berkarya! 😀

Festo FluidSIM 4.2

fluidsim-4

Pada dasarnya kinerja dari sistem hidrolik dan pneumatik sangat bergantung pada pengaturan aliran yang dilakukan oleh katup-katup kontrol. Apabila hal tersebut tidak dapat dipahami dengan baik, maka tentunya kita akan mengalami kesulitan dalam mengamati pola aliran fluida (hidrolik) maupun udara bertekanan (pneumatik) pada suatu sistem.

Hal inilah yang saya alami saat duduk di bangku kuliah, sulit untuk mem-visualisasikan pergerakan dari katup-katup bahkan membayangkan kinerja dari sistem secara keseluruhan saja tidak terbayang, disisi lain mungkin karena tingkat intelegensi saya yang dibawah rata-rata hahaha :lol:.

Setelah lulus kuliah, barulah saya menemukan solusi berupa sebuah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat simulasi sistem hidrolik dan pneumatik. Agak telat memang, tapi tidak ada kata terlambat untuk selalu menimba ilmu :D. Software tersebut adalah FluidSIM yang merupakan perangkat lunak buatan vendor otomasi terkenal Jerman yaitu FESTO.

FluidSIM adalah software yang dapat digunakan untuk pembuatan simulasi dan studi tentang sistem pneumatik dan hidrolik. Software ini juga dapat digunakan untuk merancang dan menguji suatu sistem sebelum sistem tersebut benar-benar diterapkan dalam keadaan real (nyata). Semua fungsi dari software ini cukup mudah digunakan, baik untuk pelajar maupun engineer.

fsim

Interface FluidSIM 4.2

Software ini dapat digunakan untuk merancang sistem hidrolik dan pneumatik sekaligus mem-visualisasikannya dalam bentuk animasi sehingga aliran fluida atau udara bertekanan, gerakan-gerakan dari setiap valve (katup) yang teraktuasi, dan gerak yang dihasilkan oleh sistem (gerak dari aktuator) akan dapat terlihat dengan jelas.

Software ini juga menyediakan fitur yang dapat digunakan untuk melakukan pengaturan pada valve, seperti: pemilihan metode aktuasi, jumlah port valve, jumlah posisi valve, dll.

fsim2

Pengaturan valve (katup)

Tidak hanya menyediakan komponen-komponen yang berkaitan dengan sistem hidrolik dan pneumatik, software ini juga menyediakan komponen-komponen elektrik yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi sistem kontrol elektrik seperti starter motor, namun memang library yang disediakan cukup terbatas karena hanya sebatas komponen pendukung saja.

Berikut saya berikan link untuk mendownload software FluidSIM 4.2 dimana software ini terpisah menjadi dua bagian, yakni FluidSIM Pneumatic dan FluidSIM Hydraulic. Untuk mendownload softwarenya dapat dilakukan dengan cara klik link dibawah ini.

Download FESTO FluidSIM 4.2

Selamat belajar dan selamat berkarya! 😀

Kalibrasi Sensor Gas MQ-7

Salah satu sensor yang sering digunakan dalam proyek-proyek elektronika adalah sensor gas MQ buatan Hanwei. Sering sekali saya melihat beberapa pertanyaan baik itu di forum tertentu ataupun pada suatu postingan yang ada di blog tentang bagaimana cara mengkalibrasi sensor gas MQ agar dapat melakukan pengukuran konsentrasi gas dalam satuan ppm (part per milion). Oleh karena itu, saya akan menceritakan pengalaman saya saat mengkalibrasi sensor MQ-7 dengan alat ukur gas standar.

Sekilas tentang MQ-7

MQ-7

Grafik Karakteristik Sensitivitas MQ-7

Jika kita melakukan analisa terhadap grafik diatas, maka terlihat bahwa rasio resistansi sensor gas MQ-7 (Rs/Ro) akan bernilai ≈ 1 pada saat konsentrasi gas CO ≈ 100 ppm. Artinya adalah pada saat konsentrasi gas CO ≈ 100 ppm maka nilai Rs = Ro. Hal ini dapat dibuktikan dengan persamaan berikut:

100 ppm CO=  Rs/Ro=1          (1)

Rs 100 ppm CO=Ro          (2)

Informasi inilah yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan nilai Ro, karena nilai Ro secara definitif tidak dijelaskan pada lembar data sensor (Hanwei).

Pengujian MQ-7

Pengujian saya lakukan di laboratorium Balai HIPERKES dan K3 Yogyakarta dengan menggunakan alat ukur konsentrasi gas Karbon Monoksida (CO) “Krisbow KD09-224 Carbon Monoxide Meter” yang berfungsi sebagai kalibrator. Dalam pengujian ini rentang pengukuran disesuaikan dengan kebutuhan, yakni 20 – 200 ppm CO.

IMG_0258

Krisbow KD09-224 Carbon Monoxide Meter

Pada dasarnya nilai konsentrasi gas CO dalam satuan ppm dapat diketahui dengan cara mengambil beberapa data Rs (resistansi sensor MQ-7 pada tingkatan konsentrasi gas yang berbeda-beda) dan kemudian dicari model matematisnya (persamaan garis) terhadap setiap perubahan konsentrasi gas CO. Nilai pembacaan Rs yang dibaca oleh mikrokontroler dalam bentuk ADC kemudian diolah untuk mendapatkan nilai dari Vout, Rs dan Rs/Ro.

Vout = (RL/Rs +RL) . Vcc          (3)

Rs = (Vcc.RL/Vout) – RL          (4)

ADC1

Hasil pengujian sensor (ADC) dengan kalibrator (ppm)

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Rs pada saat konsentrasi gas CO 100 ppm adalah sebesar 6.89 kΩ. Sesuai dengan persamaan (2) maka nilai Ro secara definitif dapat langsung diketahui, yaitu sebesar 6.89 kΩ.

Selanjutnya hubungan antara ppm CO dan Rs/Ro dituangkan ke dalam bentuk grafik untuk kemudian dicari persamaan atau model matematisnya. Untuk memudahkan plotting data ke dalam grafik serta mencari persamaan tersebut maka saya menggunakan perangkat lunak MS.Excel.

ADC2

Grafik ppm co vs Rs/Ro

Dengan menggunakan regresi (trendline) power maka diperoleh persamaan (y = 96.311x^-1.239) yang merupakan hubungan antara ppm CO dengan Rs/Ro. Trendline tersebut dipilih karena melihat bentuk kurva pada grafik, selain itu juga dari sisi komputasi dengan menggunakan trendline tersebut akan lebih mudah diterapkan pada mikrokontroler.

Pada lembar data sensor MQ-7 (Hanwei) terdapat penjelasan mengenai karakteristik sensor sebagai berikut.

ADC3

Karakteristik sensitivitas MQ-7

Hasil Pengujian MQ-7

Berdasarkan pengujian didapat nilai resistansi sensor (Rs) saat konsentrasi gas CO sebesar 100 ppm adalah 6.89 kΩ. Karena pengujian sensor hanya sampai pada konsentrasi 200 ppm (Rs = 3.44 kΩ) maka untuk mengetahui nilai Rs saat konsentrasi CO sebesar 300 ppm dilakukan dengan menganalisa data pada tabel hasil pengujian. Nilai Rs semakin berkurang seiring bertambahnya konsentrasi gas CO. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa nilai Rs saat konsentrasi CO sebesar 300 ppm adalah < 3.44 kΩ. Sebagai contoh digunakan nilai 3.40 kΩ sebagai perumpamaan dari nilai Rs saat konsentrasi CO sebesar 300 ppm.

Concentration slope rate : Rs (300 ppm) / Rs (100 ppm CO ) < 0.5
Concentration slope rate : ((3.40 kΩ) / 6.89 kΩ)) < 0.5
Concentration slope rate : 0.49 < 0.5

Dengan menggunakan perumpamaan tersebut nilai concentration slope rate sudah bernilai < 0.5. Maka dapat dipastikan bahwa nilai concentration slope rate pada saat konsentrasi gas CO sebesar 300 ppm akan bernilai < 0.49. Dengan demikian sensitivitas sensor MQ-7 yang digunakan sudah sesuai dengan karakteristik pada lembar data (Hanwei) .

ADC4

Hasil pengujian sesuai dengan karakteristik sensitivitas MQ-7

Contoh penggunaan model matematis sensor MQ-7 yang telah diperoleh (y = 96.311x^-1.239) pada kode Arduino dengan menggunakan fungsi pow.

R = Rs/Ro;
p = -1.239;
z = pow(R,p);
ppm = 96.311*z;

Untuk mendapatkan hasil maksimal, ada baiknya jika sensor dilakukan pengujian kembali untuk mengetahui akurasi pembacaan sensor terhadap konsentrasi gas CO dalam satuan ppm. Selamat mencoba dan semoga berhasil! 😀

Tips Kerja Praktek

oil_refinery

Sumber: devianart.com

Kali ini saya akan berbagi pengalaman  ketika 2 tahun lalu tepatnya pada saat saya melaksanakan Kerja Praktek (KP) di bangku kuliah. Saya melaksanakan Kerja Praktek di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan milik negara (BUMN) dengan produk utamanya berupa semen. Namun saya tidak akan bercerita mengenai pelaksanaan KP selama saya berada di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Saya akan berbagi tips yang InsyaAllah akan berguna saat anda akan melaksanakan Kerja Praktek. Berikut beberapa tips yang telah saya rangkum dalam beberapa poin, semoga bermanfaat.

Mencari Tempat Kerja Praktek

1) Mencari Contact Person
Hal pertama yang harus anda ketahui bahwa Kerja Praktek sebenarnya tidak memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan, bahkan bisa dikatakan kerja praktek sebenarnya hanya menambah kerjaan (membuat repot) perusahaan. Lalu mengapa perusahaan tetap menerima mahasiswa yang ingin melakukan Kerja Praktek? Karena hampir seluruh perusahaan memiliki beban CSR (Corporate Social Responsibility), lebih lengkapnya tentang CSR bisa dicari di Mbah Gugel :D. CSR inilah yang menyebabkan perusahaan harus mengakomodir kerja praktek bagi mahasiswa.

Dalam proses apply ke perusahaan jangan hanya mengandalkan surat dan proposal saja, alangkah lebih baik jika anda bisa menghubungi langsung orang/karyawan yang khusus menangani Kerja Praktek di perusahaan tsb. Jika anda mengenalnya justru lebih baik, agak berbau nepotisme memang 😦 (but it’s very helpful) dan banyak sekali dari beberapa teman saya yang bisa melaksanakan Kerja Praktek di perusahaan besar melalui upaya seperti ini, tapi setidaknya lamaran Kerja Praktek anda akan mendapat perhatian lebih dan peluang diterimanya lamaran teman-teman menjadi lebih besar.

2) Tentukan Topik
Kerja Praktek adalah suatu kegiatan dimana anda akan mempelajari sebuah topik yang berhubungan langsung dengan bidang studi anda selama di bangku perkuliahan. Yang menjadi perhatian khusus adalah “Topik Kerja Praktek”. Topik Kerja Praktek haruslah jelas. Topik Kerja Praktek yang tidak jelas hanya akan membuat anda berpikir bahwa anda tidak melakukan apa-apa sewaktu melakukan KP (re: gabut abisss).

Intinya ya jangan seperti kebanyakan mahasiswa yang berlomba-lomba untuk bisa Kerja Praktek di perusahaan-perusahaan multinasional kelas kakap, padahal belum tentu perusahan-perusahaan tersebut sesuai dengan bidang ilmu yang teman-teman tekuni & belum tentu juga bisa memfasilitasi topik yang ingin dipelajari.

3)  Perhitungkan Akomodasi & Transportasi
Tidak semua industri atau lokasi tempak kita akan melaksanakan Kerja Praktek berada di tempat yang dekat dengan perkotaan, sebagian berada di pelosok nusantara (hutan belantara). Jika perusahaan berkenan memberikan akomodasi (mesh) & transportasi (bis jemputan) maka bersyukurlah teman-teman sekalian. Jika tidak, maka harus diperhitungkan terlebih dahulu, apakah ada kos-kosan yang layak, apakah transportasinya mencukupi, apakah harga jajanan/makan murah (FYI: saat saya melaksanakan KP di Tuban, saya menjadi korban Mie Instan Goreng + Telur + Es Teh = Rp.20.000,-). So, dipikirkan kembali ya! 😀

Persiapan Kerja Praktek

4) Kuasai Mata Kuliah Yang Berhubungan Dengan KP
Idealnya ketika melaksanakan Kerja Praktek anda sudah memahami materi-materi yang berkaitan dengan pelaksanaan Kerja Praktek. Jangan sampai materi-materi dasar tidak dikuasai, karena kenapa? Karena pertama: teman-teman bakal menghabiskan waktu Kerja Praktek hanya untuk mengulang kembali materi yang sudah didapatkan di kampus alias mubazir waktu! kedua: saat melaksanakan Kerja Praktek, anda bukan satu-satunya mahasiswa, biasanya akan bertemu mahasiswa dari universitas/institusi lain, dan disini kredibilitas + nama baik almamater jelas harus dijaga betul2.

5) Pelajari Struktur Perusahaan
Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, hal ini sebenarnya berhubungan dengan pemilihan topik. Jika anda sudah mengetahui topik yang ingin dipelajari, maka langkah selanjutnya yaitu pelajari struktur perusahaan tersebut. Cari bagian yang sesuai dengan topik KP. Di beberapa kasus terkadang bagian HRD tidak mau ambil pusing dengan hal seperti ini dan langsung menempatkan peserta KP di bagian tertentu, syukur jika bagian itu sesuai, jika tidak?

Menyusun Laporan Kerja Praktek

6) Susun Laporan Secepatnya
Setelah anda selesai melakukan Kerja Praktek sebaiknya langsung membuat laporan tanpa mengulur-ulur waktu lagi. Lebih baik lagi jika laporan telah selesai waktu pelaksanaan Kerja Praktek juga telah selesai.

7) Tanda Tangan Dosen Pembimbing
Sebelum anda menyudahi Kerja Praktek dan beranjak kembali ke bangku perkuliahan, jangan lupa untuk meminta tanda tangan pada dosen pembimbing untuk lembar pengesahan laporan Kerja Praktek. Sangat merepotkan jika anda harus bolak-balik ke perusahaan lagi di lain waktu hanya untuk meminta tanda tangan, apalagi perusahaan/industrinya jauh di pelosok negeri.

8) Siapkan Presentasi
Setelah pelaksanaan Kerja Praktek selesai dan laporan telah disusun, maka hal selanjutnya yaitu presentasi hasil Kerja Praktek dihadapan dosen pembimbing kampus dan dewan penguji.

Pada akhirnya diri kalian sendiri yang akan menentukan nasib Kerja Praktek kalian, jangan sia-sia kan kesempatan ini. Hasil pembelajaran selama di bangku perkuliahan akan diterapkan disini. Hanya ada dua pilihan, menghabiskan waktu di perusahaan sesuai dengan tujuan atau sekedar menghabiskan waktu di perusahaan untuk memenuhi kebutuhan sks. Good luck! 🙂

 

Sumber : Pengalaman pribadi & info tambahan dari sini

Graduaction!

Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama saya menuntut ilmu di kampung halaman yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, saya berhasil menyelesaikan studi saya di program studi Diploma Elektronika dan Instrumentasi Universitas Gadjah Mada. Walaupun saya menyelesaikan kuliah dengan masa studi selama 3 tahun 2 bulan yang mana ini termasuk dalam kategori ‘telat’ hahaha, yah tapi setidaknya patut untuk disyukuri dan saya bangga serta puas dengan hasil yang saya dapatkan.

Akhir2 ini saya mulai menyadari bahwa dalam proses penyelesaian TA (tugas akhir) saya banyak mendapatkan informasi dan solusi dari berbagai macam sumber yang ada, salah satunya adalah internet! Yap betul sekali internet, banyak sekali referensi yang saya gunakan dalam proses penggarapan TA, terutama informasi berupa tutorial dan riset kecil-kecilan dari blog-blog yang ada. Saya pun menyadari bahwa mereka yang membuat blog ini adalah orang-orang yang sangat baik hati, mereka dengan ikhlas membagikan materi, hasil pengujian/riset bahkan tidak tanggung-tanggung memberikan banyak sekali tutorial yang berguna bagi pengunjungnya.

Sampai di titik ini kemudian saya berpikir bahwa berbagi akan segala hal yang kita miliki sangatlah menyenangkan, saya hanya membayangkan apa yang pernah saya rasakan pada saat pengerjaan TA ini. Pernah saya mengalami kondisi buntu dalam pengerjaan TA dimana dalam kondisi tersebut dosen pembimbing pun tidak mampu memberikan pencerahan, bahkan teman pun hanya bisa menghibur. Kemudian dengan instan-nya saya mendapatkan solusi dari hasil berselancar di dunia maya. Yap! saya mendapatkannya dari mereka yang ikhlas berbagi pengetahuannya secara cuma-cuma.

Oleh karena itu, tepat pada hari ini saya memutuskan untuk membuat sebuah blog dengan harapan dapat menjadi media bagi saya untuk berbagi segala hal khususnya dalam bidang elektronika dan instrumentasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi banyak orang 😀

IMG_2128